Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label PUISI RINDU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI RINDU. Tampilkan semua postingan

PUISIKU UNTUKMU

Tadi ku sempatkan ke laut..
lalu ku rebahkan raga ini dipasirnya....
Desiran angin mengirim
lambaian kenangan kita..
Seolah ku lihat kau berlari
sambil memanggil2 ku manja..
Mengajakku tertawa dan gembira bersama...
Ombak menderu
menggebu menghempas tak reda..
percikannya di kakiku tenggelamkan kenangan tentang kita...
Tadi aku ke pantai...
Ku tulis namamu di pasirnya...
Dulu kita melakukannya berdua..
Satu ranting kita pegang bersama....
Begitu dekat..
sampai aroma nafasmu merasuk ke sum sum sukma....
Kini di kamar ini
ku terbujur lemah tampa daya...
Ingin ku habiskan waktuku untuk selalu disana...
Karena disana kurasa kau benar2 ada...
Cinta Malam ini ku banyak berharap
moga lautnya tak pasang...
agar nama kita tak terhapus dan tenggelam...
Karena ku yakin...
jiwa kita disana
menjaga tulisan nama
kita sampai ombak menghapusnya...
Kurindukanmu separuh jiwa...
malam ini datanglah
walau hanya sekelip mata...
Sapaku walau hanya dengan tulusnya doa...
SALAM By DS KENONGOSARI

MENJEMPUT REMBULAN

Selamat malam rembulan …!

Dari raut wah waktu yang kelam aku menyapa

Mata yang redup, dan bibir yang terkatup pelan memanggilmu …

Aku tahu tentang sia-sia,

sebab wajahmu yang indah telah berpaling muka

rangkai cerita di cakrawala kenangan mungkin terhapus sudah

seribu puisi tersampaikan hanya penggalan cerita

Engkau tetap pergi menjemput matahari …

Izinkan aku memandangmu …

Yang pergi …

Melambaikan kenangan menjadi masa silam

Izinkan aku tetap memeluk erat mimpiku

dalam sukmaku yang terpinggirkan …

Aku adalah sia-sia, yang remuk termakan usia

Mungkin esok, aku memeluk kematian

dalam tidur panjang bersama kesetiaan rasa …

Selamat malam rembulan …!

Aku hanya jiwa sederhana yang menyapa …
LBIH BANYAK KISAH

SEMU



Bukan saja satu jam yang lalu
Sudah lama
Tubuhmu melenggang meninggalkanku sendiri
Bukan saja kemarin
Dirimu berkata ingin menyudahi hubungan kita
Telah lama

Detik detik waktu setiap saat menghujamku
Berbagai pertanyaan singgah dalam kalbu
Betapa aku betah dengan sepi ini
Aku sendiri tak tahu

Jemarimu yang dulu pernah bertaut dengan jemariku
Masih segar rasa itu
Tak pernah lupa
Semuanya masih aku rasakan
Walau entah dirimu ada dimana
Namun kenangan itu cukup menghadirkan sosokmu

Semu
Memanglah aku sadar
Nyatamu telah lenyap berbulan bulan yang lalu
Tapi yakinku sisa sisa getaran itu masih mengalun bertalu

Dalam sunyinya jiwa aku mengenangmu

PUISI RINDU

 Kemana hala nak dituju lagi saat ini,
Kesepian,
Kerinduan,
Mengusik hari-hariku,
Bermain-main di jiwaku,
Aku tak bisa mengusir kerinduan itu,
Kadang.. Aku bertanya sendiri,
Adakah cintamu ada buatku?
Atau ia hanya mainan mindaku?
Air hangat mengalir dikelopak mataku,
Tanpa henti,
Aku penat,
Aku lelah,
Tanpa mengindah sesiapa yg ada di sekeliling,
Aku terus menangis,
Sebak,
Nafasku tersekat,
Jiwa tak tertahan,
Rindu selalu padamu,
Kemana kau saat ini ?
Kemana kau pemilik rahsia hatiku ?

Jangan kau curigai aku lagi,
Jangan kau sangsi akan kejujuranku,
Aku kan tetap setia menunggumu,
Hingga hujung nyawaku,
Hingga nafas terakhirku,
Saat aku sudah tiada lagi,
Kenanglah daku dalam doamu,
Ingatlah namaku dalam hatimu,
Ingatlah aku yang selalu membisik kata rindu padamu,
Ingatlah aku yang pernah jadi suri dihatimu,

Ya Allah.. Andai dia jodohku yang terakhir,
Kau perkenankan doa dalam setiap sujudku,
Kalau bukan dia jodohku,
Berikan jodoh yang terbaik untuknya,
Bahagia dia.. Bahagialah aku,
Derita dia.. Deritalah aku,
Jangan biarkan dia menangis lagi..
Ya Allah.. Aku sayang dia..

Ya Allah.. Tahajjud cintaku hanya untuk dia,
Jagakan dia untukku,
Yang tak bisa melewati hari-harinya selalu.