Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label SAJAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAJAK. Tampilkan semua postingan

TEMBANG MALAM

lantunan surat cintaNya diperdengungkn.
Sejenak, sekelumit rasa singgah menebar aroma di dermaga hati tak berpenghuni
dingin. . .
Menyiratkn mendung, bagai edelweiss di lereng gunung.
Ah. . . Masih senja. . .
Tetap kutulis kata menyimpan makna, namun tak semua orang mampu merasa.,.

kini ku kan brcerita brsama jutaan pemimpi.
walau susah sungguh,
ku lakukan dengan penuh bayangan.
walau angin berdarah,
kan ku terjang.
walau raga rapuh,
ku coba bertahan...
hingga badan ini terbkar bersama luka,
akibat terjangan kenyataan...

Bayangan itu kini telah dtang,
yang berbaris menyatu dari nadi kejantungku.

tanpa kurasa ini merupakan untaian do'a,
yang trucap waktu demi waktu...
ini seperti apa yang ditakdirkan,
tak seperti yang diramalkan...
aku sangat berterimakasih kepada Allah,
atas anugrah yang selama ini kurasakan...

Langitpun kurasa tak mampu melukiskan semua ini,
yang nyata terlihat dari mimpi ke dunia nyata...
hanya cinta yang mampu brkata..
perlahan tapi penuh kasih..

Aku sngat bangga kepada Tuhan,
yang telah mengucurkan nikmat yang tak terhingga...
tapi kurasa ini hanya ujian,
hanya fatamorgana..

PAPA AKU RINDU

https://geguritansyair.blogspot.com/b/post-preview?token=h07ySksBAAA.lAFjgMXQ910boBmpux1W0Q.EufYk3PpAt0ObwZtUtfRww&postId=331432293632917385&type=POST#!/2014/10/papa-aku-rindu.html



Papa, aku rindu..
Dulu tiap hari kulihat kelelahan di kerut wajahmu
Semua hanya demi aku, anakmu

Papa, aku rindu..
Meski aku hanya diam, kau tahu apa yang kuingin
Semua kau penuhi dengan balutan kasihmu untukku

Papa, aku rindu..
Kurasakan begitu berat hatimu jauh meninggalkanku
Tiap jam kau menelponku
Meski kau tahu, tak kan bisa mendengar suaraku
Hanya ketukan jariku sebagai isyarat
Dan kau selalu mengakhiri dari ujung telepon dengan kata yang sama, “Alhamdulillah”

Papa, aku rindu..
Sepanjang hidup kau berharap dapat mendengar suaraku
Segala upaya kau lakukan
Kini aku hanya bisa mengusap nisanmu
Masih diam tanpa suara

Papa, aku rindu..
Sungguh aku ingin bicara
Andai aku bisa, aku hanya ingin bicara satu kalimat
Ya, satu kalimat saja
“Aku mancintaimu, Papa..”
Hanya itu yang ingin aku bicarakan padamu
Tapi hingga kini hanya hatiku yang mampu bicara
Belum dengan lisanku

Papa, aku rindu..
Dan semoga kau mendengarnya..
ungkapan dari dalam sanubari putri kesayanganmu

DI SUDUT KOTA METROPOLITAN




























Dengarlah bisikanku kasih
Bisikan kerinduan hati dari sudut metropolitan
di sudut kota surabaya kenanganku tertulis rapi

Seiring berhembusnya anginsiang ini
Semilir meniup halus diriku
Kurasakan kesejukan ... dalam sekali ...
Bersama itu juga, hatiku terasa dingin

Di pojok sebuah kamar
Di sudut kota metropolitan
Sebuah hati memendam perasaan
Kerinduan yang semakin bergelora

Disini, di kota ini, kupendam semua hasrat
Cinta dan kerinduan yang mendalam
Serta hasrat seorang insan yang kasmaran
Semakin kurasa semakin dalam  adanya

Lewat angin yang berhembus melintas
Kutitipkan dan kugantungkan kerinduan
Padamu yang jauh disana
Kiranya kau sambut dengan hangatnya jiwa

Kasih ....
Adakah perasaan yang sama di hatimu
Perasaan yang lama terpenjara
Oleh jarak dan waktu
Hingga kerinduan kian menggelora

Dari jauh ku kirim rinduku padamu
Yach ... Hanya untukmu seorang
Sebuah rasa yang muncul dari dasar hati
untuk mengenangmu mengenang rasaku untukmu
dari sudut kota ini aku kumpulkan serpihan serpihan kecil kenanganku

JAKARTAKU








dulu aku sudah mencoba untuk merintis masa depan
namun aku tak bisa melanjutkannya
menjadi seorang yang mandiri dan sukses
karena aku masih punya kekeurangan untuk berjuang di hidupku

yach cinta
bersama cinta aku rasa lengkap untuk semangat
mencapai apa yang ingin aku dapat
menemukan sebuah kehidupan luar biasa untuk masa depan

aku pulang
tuban kota tercinta
di pelososk desa tempat tinggalku
di sana aku mengikiti sang waktu

oh sungguh istimewa
aku menemukan cinta
cinta yang merubah segalanya dalam kehidupan ini

namuan apa daya
harus ku jalani
rintangan menghadang,
ujian berdatangan,
menimpa diriku
aku tak menyerah terus perjuanagakan
untuk mendapatkan apa yang aku nginkan cinta yang sejati

waktupun terus berputar
dia sang kekasihku pergi meninggalkanku
menjalani jalan hidupnya
dia memilih jakarta kota pilihannya

akupun tak sanggup jauh darinya
dan aku putuskan jugta untuk pergi
kembali ke jakarta
menyusul dirinya sang kekasih pujaan hati

aku memulainnya kembali
disini jakarta ibu kota negaraku indonesia
merintis kesuksesan untuk mencapai suatu keindahan
denga niat cintaku kepadanya

sang kekasih
aku disini memperjuanagakan cinta kita
melewati rintanaga dan menjawab ujian juga teka teki cinta kita
untuk menemukan cinta sejati yanga aku damba

semoga jakarta menjawabnya untuku

KUMPULAN SAJAK MOTIFASI



jodohmu mungkin bukan artis
Tapi,kau kan selalu rindu menatap wajahnya yang manis.

Jodohmu mungkin tak sehebat superman
Tapi,kau kan bersyukur karena ia seiman.

Jodohmu mungkin tak sekaya miliarder
Tapi,kau bersamanya kau takkan minder.

Seringkali jodoh itu tak selalu dimulai dengan banyak kesamaan.
Tapi setelah menikah,kau kan tahu betapa banyaknya kecocokan.

Itulah hebatnya Allah
Yang memasangkan hamba-Nya dengan begitu indah.

Semuga,Allah berikan jodoh terbaik pada kita
Yang bisa menutupi kekurangan.
Melengkapi kesempurnaan
Dan bersama menambah ketaata

Jangan terlalu berharap

Mencintai itu ibarat menggenggam sebuah pisau ditangan, ia akan membuat kita terluka ketika kita menggenggamnya terlalu erat.

Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai
seseorang,bukan karena orang itu berhenti mencintai kita,atau
karena ia tidak memperdulikan kita lagi,melainkan saat kita menyadari bahwaorang itu akan lebih bahagia apabila kita
melepasnya.

Tetapi, apabila kita benar-benar tulus mencintai seseorang, jangan
dengan mudah kita melepaskannya.
Cintai seseorang tanpa melihat,tanpa mendengar dengan setulus hati dan seutuhnya rasa yang kita miliki Sebab bila mencinta dengan pandangan disaat ia buyar bisa saja cinta itu pupus.

Bila mencintai dengan pendengaran, disaat tak terdengar lagi bisa saja cinta itu hilang. Mencintai seseorang bukan apa-apa, jangan
terlalu berharap akan balasannya. Dicintai seseorang adalah sesuatu yang bisa menjadi berkah dan bisa juga menjadi fitnah.

Dicintai oleh orang yang kita cintai sangatlah berarti, maka syukuri dan nikmati. Tetapi dicintai Sang Maha Pencipta adalah segala-galanya karena segala macam cinta ada dalam genggaman-Nya.


Bila dahaga, yang susukan aku.....IBU
Bila lapar, yang menyuapi aku....IBU
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. .. IBU
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut.... IBU
Bila bangun tidur, aku cari.... IBU
Bila nangis, orang pertama yang datang .... IBU
Bila ingin bermanja, aku dekati.... IBU
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah.... IBU
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya.... IBU
Bila nakal, yang memarahi aku.... IBU
Bila merajuk, yang membujukku cuma.... IBU
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah.... IBU
Bila takut, yang menenangkan aku.... IBU
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk.... IBU
Aku selalu teringatkan .... IBU
Bila sedih, aku mesti telepon.... IBU
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... . IBU
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada.. IBU
Bila takut, aku selalu panggil... " IBUUUUUUU! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....IBU
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga.... IBU
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku.... IBU
Bila aku ada masalah, yang paling risau.... IBU
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. IBU
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ... IBU
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal..... IBU
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku.... IBU
Yang selalu berkirim surat dengan aku... IBU
Yang selalu memuji aku.... IBU
Yang selalu menasihati aku.... IBU
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta persetujuan. .... IBU

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

PUISI UNTUK MAMA

                                                     
Bunda,
aku memang tak melihat,
hari di mana kau dilahirkan,
tetapi aku yakin,
hari itu pastilah hari yang indah,
langit memerah jambu,
awan berdesakan hendak turun,
mentari mengerlingkan mata,
sorepun tak ingin beranjak menjadi malam,
karena gembiranya dunia,
menyambut kehadiran wanita mulia.
Bunda,
aku memang tak melihat,
hari di mana aku dilahirkan,
hari yang kau senyumi,
hari yang kutangisi,
hari yang tak pernah kunanti,
karena ketakutanku yang amat sangat,
tentang sebuah balas budi,
dan janji-janji bakti,
yang tak mungkin kupenuhi,
untuk mewujudkan harapanmu.
Bunda,
aku masih bisa melihat senyummu,
kurang lebih,
hampir sama seperti senyummu dulu,
ketika kau melahirkanku,
tetapi ijinkan aku bertanya,
bukankah bulan tak selamanya purnama?
dan embun pagi akan diteguk binatang melata,
akupun telah tak telanjang lagi,
karena berbaju tebal keangkuhan,
maka seyogyanya,
menangislah bunda.

    GORESAN KATA SEMU

    ku terpaku melihat keheningan malam.

    Bagaimana bisa aku bertahan pada cinta yang tak pernah anggap ku ada?

    Bagaimana bisa aku tetap mencoba yakin dan percaya bahwa itu kesejatian cinta?

    Sedangkan dia yang ku sebut cinta itu, seperti udara.


    Yaa, dia seperti udara.

    Nyata, namun semu dipandang mata.

    Hadirnya hanya bisa dirasa, tanpa bisa digenggam.


    Aku tak mengerti akan hatiku.

    Sudah jelas bahwa kau tak mungkin bisa ku miliki.

    Namun mengapa aku selalu menanti, menanti hatimu.

    Bisa menyambut hangat cintaku.


    Aku malu.

    Malu pada bulan yang tetap bercahaya.

    Walau cahayanya terbawa angin malam.


    Namun aku?

    Aku hanya bisa menjadi saksi semua itu terjadi.

    Kejadian yang mungkin boleh aku ucapkan dengan jujur,

    Semua itu membuat hatiku terluka.

    Namun siapa yang peduli? Kau? Atau mungkin dia?


    Dia yang telah berhasil takhlukkan cintamu.

    Apa dia peduli apa yang ku rasakan?

    Sakit ini?

    Ku rasa tidak.


    Hanya pada malam tempatku curahkan segala apa yang ku rasa.

    Hanya malam yang mengerti.

    Karena kita sama.

    Sama-sama bertahan dalam kegelapan yang semu, namun nyata.

    AKU RELA

    Aku bukan juliete penebar pesona
    Bukan pulacleo patra  pemikat
    julius cesar
    Juga bukan titisan Cassanova
    Akulah tukang kebun bahagia
    Maafkan aku pujaan rahasiaku
    Aku yang telah tinggalkanmu
    Bukan harapku berakhir dihari itu
    Kedewasaanku telah benamkan egoku

    Tahukah kau kurelakan tuk siapa saja
    Tahukah kau bahagiamu adalah pasal pertama
    Tahukah kau putus asa mulai meraja
    Tahukah kau raguku mampu terjaga

    Aku tak sanggup ada
    Jika kau rindu belaian mesra
    Aku tak siap terjaga
    Saat kau menangis menahan kecewa
    Aku tak bisa melihatmu tak bahagia
    Kurelakan kau walau berat adanya
    Maaf jika luncuran kata duka
    Hanya seketika itu juga
    Sungguh aku tak bisa....

    Tahukah aku mati jika tak ada kawan
    Mungkin kuakhiri saja nyawa
    Tapi terlalu hangat pelukan keluarga
    Tak sanggup kuabaikan orang yang mencinta

    Kau masih berarti dalam lamunan malam
    Masih termimpi walau tak setakjub dulu
    Seolah hanya kamu bayangan masa depan
    Walau kau tidak lebih dari serpihan masa

    Mampukah aku berarti bagimu
    Jika sisi bumi pisahkan kita
    Beda semua belokan arah hidup kita
    Kuberharap hilang tuk selamanya

    Atau....

    Kita bertemu dalam tikungan hari
    Lama cinta pergi membawa kita sendiri
    Suatu saat nanti jika kau lihat purnama ilahi
    Kuingin menemukannya kembali

    KUNANG KUNANG

    Ketika kecil ia sering diajak ayahnya bergadang
    di bawah pohon cemara di atas bukit.
    Ayahnya senang sekali menggendongnya
    menyeberangi sungai, menyusuri jalan setapak
    yang berkelok-kelok dan menanjak.
    Sampai di puncak, mereka membuat unggun api,
    berdiang, menemani malam, menjaring sepi.
    Ia sangat girang melihat kunang-kunang berpendaran.
    "Kunang-kunang itu artinya apa, Yah?"
    "Kunang-kunang itu artinya kenang-kenang."
    Ia terbengong, tidak paham bahwa ayahnya
    sedang mengajarinya bermain kata.

    Bila ia sudah terkantuk-kantuk, si ayah segera
    mengajaknya pulang, dan sebelum sampai di rumah,
    ia sudah terlelap di gendongan.
    Ayahnya menelentangkannya di atas amben tua,
    lalu menaruh seekor kunang-kunang di atas keningnya.

    Saat ia pamit pergi ngembara, ayahnya membekalinya
    dengan sebutir kenang-kenang dalam botol.
    "Pandanglah dengan mesra kenang-kenang ini
    saat kau sedang gelap atau mati kata;
    maka kunang-kunang akan datang memberimu cahaya."

    Kini ayahnya sudah ringkih dan renta.
    "Aku ingin ke bukit melihat kunang-kunang.
    Bisakah kau mengantarku ke sana?"
    Malam-malam ia menggendong ayahnya
    menyusuri jalan setapak menuju bukit.
    "Apakah pohon cemara itu masih ada, Yah?"
    tanyanya sambil terengah-engah.
    "Masih. Kadang ia menanyakan kau
    dan kubilang saja: Oh, dia sudah jadi pemain kata."

    "Nah, kita sudah sampai, Yah. Mari kita bikin unggun."
    Si ayah tidak menyahut. Pelukannya semakin erat.
    "Tunggu, Yah, kunang-kunang sebentar lagi datang."
    Si ayah tidak membalas. Tubuhnya tiba-tiba memberat.
    Ia pun mengerti, si ayah tak akan bisa berkata-kata lagi.
    Pelan-pelan ia lepaskan ayahnya dari gendongan.
    Ketika ia baringkan jasadnya di bawah pohon cemara,
    seribu kunang-kunang datang mengerubunginya,
    seribu kenang-kenang bertaburan di atas tubuhnya.
    "Selamat jalan, Yah. In paradisum deducant te angeli.

    PANTAI UTARA

    Senja di ufuk utara pulau jawa
    panas menyengat dari pagi sampai sore
    senja pun datang perlahan dengan
    sinar temaramkuning ke emasan
    memecah onggokan mega menghalang pandang

    senja nan indah di ufuk utara pulau jawa
    bias rona warnamu laksana harapan ke niscayaan
    aku termagu dalam belaian semilir angin

    aku terhipnotis oleh semilir sepoi mu
    aku terlena usapan manjamu
    aku terpedaya belaian mesramu
    aku termangu kau menyisir rambutku yg panjang terurai

    senja di ufuk utara pulau jawa
    panorama nan indah ciptaan tuhan yang tiada terkira
    kau bagaikan terapi alami yang menyejukan
    kau bias wajah kuyuku yang terlelahkan oleh p-adatnya
    aktiviti sepanjang hari
    kau terapi alamiku
    aku sangat bersyukur kota tempat tinggalku
    tak jauh dr tempatmu di peraduan cakrawala.,,
    SALAM DARI UFUK SENJA Di UTARA PULAU JAWA
    (tuban kota ku) pos on by:gendhis savindra

    PUISI MALAM MINGGU






    Malam Minggu kelabu..
    Malam minggu semu..
    Oh.. Malam Minggu..
    Apa pentingmu, apa pentingmu..
    Aku bahkan tak mengerti bagaimana kamu..

    Spesialmu..
    Keunikanmu..
    keberadaanmu..
    dan tentang kamu yang datang malam ini..

    Andai ada pangeran tampan yang menjemputku..
    berjalan berdua..
    menikmati malam ramainya lampu di pinggir kota..
    kamu dan aku.. iya kita.. kita dalam satu ruang tanpa sekat..
    Mataku ada dalam matamu..
    Oh.. malam minggu… Indah anganku..

    Malam Minggu kelabu..
    rangkaian kata yang tak biasa bagiku..
    hanya sepi yang bertandang mengetuk hatiku…
    hanya sendiri yang selalu menggedor pintu jiwaku..
    malam Mingguku.. kelabu bak malam tanpa rembulan semu..
    aku yang duduk sendiri, malam minggu ini kunikmati..
    Dari hati ku kirimkan rasa rindu yang mendalam untukmu lewat angin malam ini untukmu kasihku tercinta "Selamat malam minggu sayang".

    Bunga bunga mulai mekar seindah senyum manismu membayangkan senyummu yang selalu sejukan malam mingguku "Selamat malam minggu cantikku".

    Udara terasa lembab Karna embun masih melayang, Dengan senyuman aku ucapkan "Selamat hari minggu sayang".

    Tertulis kisah cerita kita dalam ukiran bulan malam ini tak kala rinduku yang menyertai cahaya bulan ini semoga sinar rembulan menyampaikan rinduku padamu di malam minggu yang indah ini "Selamat malam minggu tampan".

    Hujan datang menyapa disertai semilir angin rasa kangen ini ku titipkan pada hujan yang membasahi setiap atap rumahmu Miss u beebbb "Selamat malam minggu".

    Di dalam kolam ada berudua bukan perasaan haru atau cemburu bukan maksud hati mau bilang i miss you bukan pula mau bilang i love you, tapi cuma mau pesan kalau mau bubuk pipis dulu biar tidak basah malam minggu mu Selamat malam minggu cintaku.

    Sedetik mata ini terpejama ku memikirkanmu
    semenit mata ini terpejam aku membayangkanmu
    30 menit mataku terpejam aku ketiduran.. hehe
    "Selamat beristirahat dimalam minggu sayang"

    KATA KATA MALMING

    ada kalanya kamu harus mengorbankan cinta untuk persahabatan, namun ada kalanya juga kamu harus mengorbankan segalanya untuk menyelamatkan diri sendiri, asal jangan sampai kamu mengorbankan perasaan hanya untuk cinta yang tak berguna

    jika saja kamu mau tahu apa yang aku rasakan, apa yang aku inginkan akan cintaku padamu. pasti kamu tak akan meninggalkan aku, namun kini semua itu hanya tinggal harapan yang tak berguna, karena kamu memutuskan untuk menjauh dariku, biarlah rasa kecewa ini kubawa pergi, bahkan sampai aku mati tak akan ku ungkap kesedihan ini

    aku sadar kalau aku tak bisa hidup tanpamu, tapi mengapa dimalam ini tak ada kabar darimu? kamu seakan hilang dari hidupku, hatiku hampa menunggu SMS darimu dimalam minggu kelabu

    malam minggu adalah musibah buatku, karena tak satupun yang peduli padaku. apalagi kamu, sedikitpun tak mau melihat cintaku, biarlah malam-malamku tetap sendu

    tak ada yang lebih spesial dari malam minggu ini, aku dicuekin oleh orang yang selama ini ku anggap kekasih, tak apa, satu cinta berlalu masih banyak cinta lain menanti

    malam minggu dari pada galau sepi mendingan aku bernyanyi, tapi ternyata suaraku garing juga, mau mainan Facebook bosan, duh mau ngapain ini malam ya??? ada yang tau??



    Malam Minggu Jomblo

    Aku tak ingin terbangun sendiri
    Yang hanya disinari mentari
    Aku ingin cahaya raut wajah manismu
    Yang dapat menerangi jalan hidupku

    Mampu memberikan rasa yang berbeda
    Warna pelangi yang mengindahkan sudut pandang duniaku,
    Yang hanya bisa aku dapat darimu

    Datanglah padaku yang menantimu
    Lewatilah setiap lorong gelap dalam jiwaku
    Dan
    Cabut duri sepi dalam laraku

    Berikan cahaya itu
    Terang membuka Mata Hatiku, Jiwaku, Rasaku.
    Lukiskan kisah cintamu pada selembar hatiku

    Gambaran akan dirimu
    Yang tertunduk manis menatap senja
    Menemani mimpi dalam Khayalku, Anganku, Harapku.

    Duhay sang peri mimpi kesendirian
    Datanglah pada nyataku
    Peluk hatiku yang sunyi sepi
    Tanpa penghuni ini dengan erat

    Hadirmu layaknya sekumpulan mawar
    Menghiasi taman indahku
    Yang mungkin
    Sesekali menusuk dinding hatiku

    Seperti kupu-kupu
    Yang menghiasi tanah tandus tak bertuan ini
    Mengharap engkau berdiri dibelakangku
    Mengiringi langkah kaki yang tertatih

    Namun itu semua hanya harap dan angan
    Semua tanpa sebuh nyata yang kurasa

    Lalu kubiarkan hati ini sendiri
    Tanpa “mu” Tanpa “nya” Tanpa “kita”
    Menyadari semua ini
    Bahwa aku masih terbangun sendiri

    NOVEMBER RAIN KENANGAN

    pos on by :gendhis savindra
    Ketika saya melihat ke mata Anda
    Aku bisa melihat cinta tertahanTapi sayang ketika aku memelukmuTidakkah kau tahu aku merasakan hal yang samaKarena apa-apa ' berlangsung selamanyaDan kita berdua tahu hati dapat mengubahDan sulit untuk memegang lilinDalam hujan November dinginKami sudah melalui ini seperti waktu yang lamaHanya mencoba untuk membunuh rasa sakitTapi pecinta selalu datang dan pecinta selalu pergiSebuah tidak ada yang benar-benar yakin siapa yang lettin ' pergi hari iniberjalan pergiJika kita bisa meluangkan waktuuntuk berbaring pada barisAku bisa beristirahat kepalakuHanya knowin ' bahwa kau milikkusemua tambangJadi jika Anda ingin mencintaikukemudian Darlin ' tidak menahan diriAtau aku hanya akan berakhir Walkin 'Dalam hujan November dinginApakah Anda memerlukan beberapa waktu ... Anda sendiriApakah Anda membutuhkan waktu sendirian ...Setiap orang membutuhkan beberapa waktu ...sendiriApakah Anda tidak tahu bahwa Anda perlu waktu sendirian ...Aku tahu itu sulit untuk menjaga hati yang terbukaKetika bahkan teman-teman tampak keluar untuk menyakiti AndaTetapi jika Anda bisa menyembuhkan patah hatiBukankah waktu keluar pesona AndaKadang-kadang saya butuh waktu ... pada sayasendiriKadang-kadang saya butuh waktu sendirian ...Setiap orang membutuhkan beberapa waktu ...sendiriApakah Anda tidak tahu bahwa Anda perlu waktu sendirian ...Dan ketika ketakutan Anda meredaDan bayangan masih tetapSaya tahu bahwa Anda bisa mencintaikuKetika tidak ada yang tersisa untuk menyalahkanJadi tidak apa-apa kegelapanKita masih bisa menemukan jalanKarena apa-apa ' berlangsung selamanyaHujan November bahkan dinginJangan ya berpikir bahwa Anda membutuhkan seseorangJangan ya berpikir bahwa Anda membutuhkan seseorangSemua orang membutuhkan seseorangKau bukan satu-satunyaKau bukan satu-satunya

    KUMPULAN PUISI


    “GORESAN LUKA CINTA"

    Ketika kau hadir mengisi hidupku
    Tak pernah sekali pun aku mengundangmu
    Begitu pun ketika kau memilih pergi meninggalkanku
    Tak pernah jua aku melarangmu

    Ku relakan kau pergi
    Mencari penggantiku lagi
    Agar hati ini
    Tak kembali kau sakiti

    Pintaku padamu
    Sayangilah dia orang yang akan mengisi hatimu nanti
    Cukup segala luka dalam cinta
    Ternoktah di atas cerita diary cinta kita
    Atas nama kita berdua

    Selamat tinggal untukmu
    Semoga tak ada kata sesal di akhir ucapmu
    Biarlah deraian air mata ini menjadi saksi
    Akan perihnya luka yang kau beri


    Untukmu,,,
    Seseorang yang pernah mengisi hatiku
    Terima kasih telah membuat cerita indah di sela hariku
    Walau tanpa berujung indah

    Terima kasih pula telah mengukir namaku dihatimu
    Walau harus menelan perih
    Karena menuai luka

    ~KARENAMU~
    Untukmu,,,
    Seseorang yang pernah mengisi hatiku
    Terima kasih telah membuat cerita indah di sela hariku
    Walau tanpa berujung indah

    Terima kasih pula telah mengukir namaku dihatimu
    Walau harus menelan perih
    Karena menuai luka

    Untukmu,,,
    Seseorang yang telah meninggalkanku
    Karenamu kini aku tau sakit
    Dan karenamu pula ku dapat belajar
    Dan mengartikan apa itu
    Luka dan air mata
    Serta kebahagiaan yang belum sempat kita renda

    Untukmu,,,
    Orang yang pernah aku cinta
    Tak pernah dihatiku menaruh benci
    Atau pun dendam cinta

    Karenamu kini aku tau apa itu LUKA,,,
    ~UJIAN KITA~
    Aku bukan wanita tegar
    Yang selamanya akan tersenyum untukmu
    Suatu hari nanti aku pun bisa menangis karena merindukanmu

    Jarak dan waktu
    Telah memenggal jalan penghubung antara aku dan dirimu

    Hingga bola mata berkaca
    Luapkan butir bening air mata
    Menahan sakit karena cinta

    Maafkan aku sayang,,,
    Andai acap kali ada kata terlontar membuatmu kecewa
    Mungkin itu lukisan kekesalan
    Wujud dari rindu yang tak dapat engkau baca


    ~NUANSA MALAM~

    Wajah-wajah cantik tampak riang.
    Berdansa dan bernyanyi dengan senang.
    Dibalik kilauan cahaya lampu remang.
    Liukam tubuhnya begitu sangat merangsang..

    Gemulai dan exotik begitu menggoda. Terpancar wajah cantik nan ceria.
    Menggoda sungguh menggoda para pria.
    Dan pria melihat nya tanpa kedipan mata..

    Pesona malam.
    Dihiasi lampu disco yang temaram.
    Berhiaskan wanita-wanita idaman.
    Nafsu pun sudah tak tertahankan..

    Gemerlap malam tanpa sinar bintang.
    Kerlap-kerlip lampu berputar goyang.
    Sungguh keindahan didalam suatu ruang.
    Hidup bagai lupa tanpa beban hutang


    PUCUK PUCUK CINTA

    Getaran hati menggugah rasa.
    Ingin kurajut rasa yang ada.
    Rasa memiliki satu cinta.
    Namun rasa geram yang melanda..

    Aku ingin sebuah kehangatan.
    Denganmu hadirkan kemesraan.
    Hangatnya saat kita berpelukan.
    Hingha menuju puncak kenikmatan..

    Ijinkanlah aku memelukmu.
    Aku sangat merindukan dirimu.
    Lama sudah rindu kita tak menyatu.
    Ingik sekali kudekap tubuhmu..

    Pucuk-pucuk cinta.
    Kini telah bersemi didalam jiwa.
    Merasuk kedalam sukma.
    Dengan hadirnya rasa cinta..

    ,

    MAAFKAN ANAKMU IBU


    Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
    Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
    Dia telah menyusuimu, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
    Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.
    Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
    Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.
    Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
    Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
    Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

    Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
    Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
    Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
    Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.
    Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
    Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
    Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
    Engkau tinggalkan padahal dia tidak butuh pertolonganmu.
    Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
    Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
    Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.

    VACATION tepian


    Di tepian telaga nan sunyi
    Tenang ku dapati air tak beriak
    Juga tak bergelombang
    Hanya terdengar gemercik mengalun
    Bening seakan tawarkan kedamaian

    Berjajar tak beraturan pohon pohon peneduh
    Daun menguning jatuh di telaga nan teduh

    Aku kian terdiam
    Hanya seonggok hati masih terasa risau
    Layaknya angin mendesak menuturkan 
    Resah yang menjuntai di hamparan hati

    Ku hempaskan dalam dalam nafas ku..
    Ku tarik sebisa mungkin agar ringan beban yang mendera
    Aku masih bisa kuasai diri..
    Ketika bening tersenyum di telaga 
    Ketika dinginnya hawa menusuk sendiku
    Aku harus bertahan..!!!
    Bisik nurani ku ...

    Karena mentari tak mungkin ingkar janji..
    Selalu hangatkan bumi..
    Aku percaya itu..

    Sekelumit memory tentang hati yang terkoyak
    Kini bisa ku redam dan tak ada lagi tetes air mata.

    MERAJUT KENANGAN


    Selamat sore sobat selamat sore kenangan
    selamat sore desa kenangan masa remaja ku
    aku selusuri pandang langit sore dusun kalirejo
    cerah sangat cerah dan inda

    Didesa inilah aku tumbuh dari gadis kecil hingga remaja
    di sinilah aku tahu apa makna hidup
    di sinilah aku di tempa dengan berbagai macam peristiwa
    dari yang indah hingga sangat mengerikan

    Aku susuri setiap pematang sawah yang dulu pernah aku lalui
    aku sibak dalam kenangan panorama sore yang jarang bisa aku nikmati untuk saat ini
    aku rindu masa lalu ,bermain lepas tanpa beban
    bermain lepas tanpa takut di omeli mama

    Semilir angin sepoi menyisir rambut ku yang panjang terurai
    aroma tanaman padi yang menguning ujung siap panen
    aku nikmati hampharan luas sawah laksana savana yang tak terbatas
    bagaikan lautan emas selaksa sungging senyum pak tani menunggu panen

    aku tersenyum menikmati suara dedaunan
    bergesek tertiup sepoi angin laksana sifoni orkestra lengkap dengan konduktornya
    di saat seperti ini ada rasa rindu, rasa rindu yang aku simpan untuk mengenang papa
    O MIO BABBINO CARO maria callas'pucinni'',.,.dulu papa sangat suka mendengarkan
    lagu itu.,.,papa aku sangat rindu biar pun sudah lama papa meninggalkan kami semua
    tapi kenanganku tak pernah hilang atau lupa,,semoga allah menyayangi papa disana
    dengan rasa hormat gendhis ingin mengucap gendhis sangat sangat rindu dan sayang sama papa

    sudah waktunya pulang tetapi pemandangan bertambah sangat indah tak kala sang surya tersipu malu d peluk sang cakrawala semburat merah terpancar indah lak sana pancuran tujuh warna
    maksud hati tuk menikmati lbh lama indahnya senja tertidur di peraduan

    selamat tinggal kenongosari kini harus pulang selamat tinggal sahabat sahabatku suatu saat kita bertemu lagi