Diberdayakan oleh Blogger.

BONEKA PUNYA PANGLIMA BERKUDA

Boneka Milik Panglima Berkuda

ada boneka milik panglima berkuda
perut gendut mata bulat seperti roda
suka menyanyi berpuisi menarik rasa
setiap hari setia mengiring panglima sang paduka

masa dahulu panglima jaya sangat digdaya
gagah membela raja yang berkuasa
tak gentar menyerang dengan rudapaksa
biarpun panglima pernah ingin kudeta
dan bertapa ke negeri arabia
kini kian memaksa ikut lomba berkuda

panglima dan boneka bergerilya bersama
menyanyi menarik segenap jiwa
menawarkan asa berujung angkara
satu kawanan hijau telah terkena sepakan kuda
tercerai berai tak tentu rimbanya

panglima dan boneka menari bersama
berlenggang lenggok menawarkan jasa
tak perduli goresan sejarah nestapa
tak perduli berkawan dengan para kurawa
panglima dan boneka rindu berkuasa
bertopeng petani, pedagang atau nelayan
mereka bisa tertawa saat berkuda
tak takut dosa atau neraka.

VACATION tepian


Di tepian telaga nan sunyi
Tenang ku dapati air tak beriak
Juga tak bergelombang
Hanya terdengar gemercik mengalun
Bening seakan tawarkan kedamaian

Berjajar tak beraturan pohon pohon peneduh
Daun menguning jatuh di telaga nan teduh

Aku kian terdiam
Hanya seonggok hati masih terasa risau
Layaknya angin mendesak menuturkan 
Resah yang menjuntai di hamparan hati

Ku hempaskan dalam dalam nafas ku..
Ku tarik sebisa mungkin agar ringan beban yang mendera
Aku masih bisa kuasai diri..
Ketika bening tersenyum di telaga 
Ketika dinginnya hawa menusuk sendiku
Aku harus bertahan..!!!
Bisik nurani ku ...

Karena mentari tak mungkin ingkar janji..
Selalu hangatkan bumi..
Aku percaya itu..

Sekelumit memory tentang hati yang terkoyak
Kini bisa ku redam dan tak ada lagi tetes air mata.

KUPUMPULAN PUISI

Ketika Kau Bersedih

Resapi itu
Maknai itu
Selami itu
Rapuhkah dirimu?
Lemahkah dirimu?
Ringkihkah dirimu?
Sedihmu bukan akhirmu
Sedihmu bukan gagalmu
Sedihmu bukan bodohmu
Sedihmu, sekelumit cerita dari hatimu
Sedihmu, sepotong rasa dari hidupmu
Sedihmu, sebentuk galau dari kalutmu

Desir Gelombang Desember

Sayap-sayap hitam membentang
Puluhan waktu serentak berdentang
Arah pun berubah pandang
Gumpalan angan belomba pasang

Degup jantung bergemuruh
Bias kaca buram mengisi seluruh

Sayup-sayup bayu selirih berbisik
Segara, tak kunjung habis tuan kau usik

Tiada sesal engkau
Maafkan ruh kami
Lupakan lika-liku kami

Kau tuli
Tapi kau tak buta
Murka
Kau telan mentah dosa-dosa

Namun tak sepantasnya kau korbankan mereka
Ia yang tak pernah mengenal dosa
Namun aku berpegang hati
Garismu tak pernah salah mengisi
Dalam Haru

Rasa berlari mendatang
Bersua jiwa raga
Memecah membelah biru
Menaik nyilu menusuk kalbu

Jalan berlari mendatang
Bersua simpang menelusup
Gemuruh merenggut sisi hati
Menaik ngilu tersayat sembilu

Hampa berlari mendatang
Bersua labuh runtuh karam
Memecah membungkus pilu
Mengabut, sakit, kasih dalam haru



Ketika Kau Bersedih

Resapi itu
Maknai itu
Selami itu
Rapuhkah dirimu?
Lemahkah dirimu?
Ringkihkah dirimu?
Sedihmu bukan akhirmu
Sedihmu bukan gagalmu
Sedihmu bukan bodohmu

Sedihmu, sekelumit cerita dari hatimu
Sedihmu, sepotong rasa dari hidupmu
Sedihmu, sebentuk galau dari kalutmu


Perasaan Terbaik

Seteguk rindu menyeruak tanpa pandang bulu
Dahaga kasih di antara dentang waktu
Apakah rasa terbaik yang pernah kau miliki
Jika itu bukan menemukan ujung labirin ini


Desir Gelombang Desember

Sayap-sayap hitam membentang
Puluhan waktu serentak berdentang
Arah pun berubah pandang
Gumpalan angan belomba pasang

Degup jantung bergemuruh
Bias kaca buram mengisi seluruh

Sayup-sayup bayu selirih berbisik
Segara, tak kunjung habis tuan kau usik

Tiada sesal engkau
Maafkan ruh kami
Lupakan lika-liku kami

Kau tuli
Tapi kau tak buta
Murka
Kau telan mentah dosa-dosa

Namun tak sepantasnya kau korbankan mereka
Ia yang tak pernah mengenal dosa
Namun aku berpegang hati
Garismu tak pernah salah mengisi


Kanan Kiriku

Kiriku
Pohon-pohon itu menghijau
Meliuk haru bernafas lagu

Burung merendah tanpa gundah
Menghisap saripati bunga dari mahkota warna

Tapi lihat kananku
Tiada warna seindah itu
Hanya lalat binatang pengerat
Runtuh pula sekalipun karang

Inikah tempat penanda hidupku
Tiada terdengar sekalipun jerit seru

Cuma besi berdentum
Langit kian berkabung


Dalam Haru

Rasa berlari mendatang
Bersua jiwa raga
Memecah membelah biru
Menaik nyilu menusuk kalbu

Jalan berlari mendatang
Bersua simpang menelusup
Gemuruh merenggut sisi hati
Menaik ngilu tersayat sembilu

Hampa berlari mendatang
Bersua labuh runtuh karam
Memecah membungkus pilu
Mengabut, sakit, kasih dalam haru

Musim gugur


Gugur daun berjatuhan
Tiada lebah berdengung menghisap madu
Dingin menusuk tulang
Tak sedingin salju pertengahan musim gugur

Musim gugur berlalu
Tapi dingin membenalu
Tiada tubuh pantai berlalu
Membelenggu tiap sudut pijakku

Riang hatiku musim gugur berlalu
Salju menggunung di segitiga naungku
Bintang Jatuh

Aku jelmaan bintang jatuh
Jika bersedih aku tak berarti
Jika bahagia sekelilingku gembira

Aku tak bisa kembali ke langit
Disana aku bisa mati terhimpit

Aku jelmaan bintang kejora
Dengan api membara
Dapat kubakar penjuru dunia
Hingga tikuspun tak tersisa


Gangga

Gangga, airmu suci umat hindu
Meski ribuan bertaburan mewarnamu
Bahkan baumu tak sewangi dulu
Ketika tiada percaya itu

Gangga, kau tetap minuman umatmu
Meski kolera, desentri tercampur dalam darahmu

Tapi tak kau tulari mereka
Tak kau jangkiti mereka

Keruh airmu tak sekeruh hati hilirmu

Meski tak mampu dicerna nalar
Gangga tempat suci bagi umatmu

BIARLAH



Ada ceria disaat ku temukan bahagia
ada canda diwaktu ku temui duka
lara hati kan terobati
jika senyuman itu menyapa sepiku
dan mewarnai sunyinya jiwaku
Mengingat hati tak lagi sekuat besi
seakan berkarat..
lalu lebur terlupakan?
mengingat diri tak lagi berarti
seakan lumpuh tak mampu berdiri
Tuhan..
maafkan diri ini ..
yang tak mampu menghapus ingatan lalu..
ingin kubakar memory ini
dan kuhanyutkan abunya
biar hilang terbawa gelombang keresahan
kini..
biarkanlah aku menyendiri dalam sepiku
dan terlarut dalam perihku
dan biarkan waktu menerjang sakitku
biarkan terhapus dengan sendirinya
dari pada ku memaksa diri tuk melupakannya
lebih baik ku biarkan
seperti apa hidupku di masa yang kan datang???
aku tak tau...
aku hanya bisa berdoa
berharap dengan kemampuan yang ku punya
by ira rachmawaty septyaputry savindra.

TANGISKU DI KEPERGIANMU


Kenangan indah telah kita lalui bersama
Sampai tak terlupakan, sampai sekarang
Sayang sekali engkau harus pergi…
Tinggal nama dan aku…

Awalnya aku tak rela engkau pergi
Tapi, takdir tak bisa kita lawan…
Engkau harus pergi…

Engkau tinggalkan aku bukan karena tak sayang
Engkau menjauh dariku bukan karena benci
Tapi waktumu telah ditentukan harus pergi
Dariku…, juga dari semua yang engkau cintai

Kepergianmu terpaksa harus kurelakan…
Ah…! Diriku terasa terpukul oleh kepergianmu
Tanpa ada kata perpisahan…
Cintamu putus di tengah jalan…
Tak bisa kusesali, sebab bukan salahmu

Waktu tak bisa kembali,
Sebab tak dapat semua menduga…
Kamu tiba-tiba pergi ke tempat lain

Kenang tetap kuingat,
Tapi tak mungkin lagi kumencintaimu
Aku hanya bisa berkata,
semoga kau diterima oleh-Nya…!

Jangan khawatir sayangku,
Suatu saat nanti pasti kita bertemu di sana…
Dan sebagai kata perpisahanku:
Selamat Jalan Kekasihku…!

NONAME





seulas senyummu bagaikan untaian kata
yg meleburkan seluruh nafasku
keangkuhan akan egomu mmbuatku seakan mndera kesepian
sampai kapan kah aku bisa mnunggu hatimu
dan sampai kapan kah kau pertahankan egomu itu
aku tak tau aku tak mngerti apa yg sbnr'y kau pikirkan
setiap ribuan kenangan yg mnggeliatku
seakan hnya msa lalu masa lalu yg tak bisa terulang
kasih kpankah kau mngerti?
hnya dirimulah orang yg kucinta hnya dirimulah orang yg kutunggu
setiap sapaan sang mentari datang hingga heningnya mlm mnyambutku
dirimulah satu yg sll ku ucap dlm doaku
doa yg tiap detik menit jam ku ku ucap dlm setiap untaian butir kisahku
semoga kau mngerti kasih
cintaku untukmu tak bertepi
aku akan selalu menunggu di teras suramahku

SENYUM TERAHIR



masih teringat jelas
senyum terakhirmu..
yg slalu menghiasi tiap tidurq

namun tk pernh q sangka
gerhana q disiang hari
entah apa sebabnya
semUa berlaLu tak kembali..

kenangan indah terlalu indah
tuk menghapUsnya
krn Hadirmu
semangaT jiwaq...

separuh jiwaq
kau bawa pergi
bersama mimpiq
kini q yg tak berdaya
jalani sisa perjaLanan panjangq..

Dimana kau letakkan
semua janjimu
semua tinggal kenangan
yang terlanjur membekas
tak terhspuskan.

ditengah derasnya hujan。
q coba berjalan ..
q menangis ..agar semua orang
tak tahu ...
air mataq ..terjatuhkan.

karena terlanjur sayang。
hg q tak mampu melupakan
hg q memohon pd Yang Esa
Lumpuhkanlah ingatanku
tentang mu