Diberdayakan oleh Blogger.

KUMPULAN PUISI


“GORESAN LUKA CINTA"

Ketika kau hadir mengisi hidupku
Tak pernah sekali pun aku mengundangmu
Begitu pun ketika kau memilih pergi meninggalkanku
Tak pernah jua aku melarangmu

Ku relakan kau pergi
Mencari penggantiku lagi
Agar hati ini
Tak kembali kau sakiti

Pintaku padamu
Sayangilah dia orang yang akan mengisi hatimu nanti
Cukup segala luka dalam cinta
Ternoktah di atas cerita diary cinta kita
Atas nama kita berdua

Selamat tinggal untukmu
Semoga tak ada kata sesal di akhir ucapmu
Biarlah deraian air mata ini menjadi saksi
Akan perihnya luka yang kau beri


Untukmu,,,
Seseorang yang pernah mengisi hatiku
Terima kasih telah membuat cerita indah di sela hariku
Walau tanpa berujung indah

Terima kasih pula telah mengukir namaku dihatimu
Walau harus menelan perih
Karena menuai luka

~KARENAMU~
Untukmu,,,
Seseorang yang pernah mengisi hatiku
Terima kasih telah membuat cerita indah di sela hariku
Walau tanpa berujung indah

Terima kasih pula telah mengukir namaku dihatimu
Walau harus menelan perih
Karena menuai luka

Untukmu,,,
Seseorang yang telah meninggalkanku
Karenamu kini aku tau sakit
Dan karenamu pula ku dapat belajar
Dan mengartikan apa itu
Luka dan air mata
Serta kebahagiaan yang belum sempat kita renda

Untukmu,,,
Orang yang pernah aku cinta
Tak pernah dihatiku menaruh benci
Atau pun dendam cinta

Karenamu kini aku tau apa itu LUKA,,,
~UJIAN KITA~
Aku bukan wanita tegar
Yang selamanya akan tersenyum untukmu
Suatu hari nanti aku pun bisa menangis karena merindukanmu

Jarak dan waktu
Telah memenggal jalan penghubung antara aku dan dirimu

Hingga bola mata berkaca
Luapkan butir bening air mata
Menahan sakit karena cinta

Maafkan aku sayang,,,
Andai acap kali ada kata terlontar membuatmu kecewa
Mungkin itu lukisan kekesalan
Wujud dari rindu yang tak dapat engkau baca


~NUANSA MALAM~

Wajah-wajah cantik tampak riang.
Berdansa dan bernyanyi dengan senang.
Dibalik kilauan cahaya lampu remang.
Liukam tubuhnya begitu sangat merangsang..

Gemulai dan exotik begitu menggoda. Terpancar wajah cantik nan ceria.
Menggoda sungguh menggoda para pria.
Dan pria melihat nya tanpa kedipan mata..

Pesona malam.
Dihiasi lampu disco yang temaram.
Berhiaskan wanita-wanita idaman.
Nafsu pun sudah tak tertahankan..

Gemerlap malam tanpa sinar bintang.
Kerlap-kerlip lampu berputar goyang.
Sungguh keindahan didalam suatu ruang.
Hidup bagai lupa tanpa beban hutang


PUCUK PUCUK CINTA

Getaran hati menggugah rasa.
Ingin kurajut rasa yang ada.
Rasa memiliki satu cinta.
Namun rasa geram yang melanda..

Aku ingin sebuah kehangatan.
Denganmu hadirkan kemesraan.
Hangatnya saat kita berpelukan.
Hingha menuju puncak kenikmatan..

Ijinkanlah aku memelukmu.
Aku sangat merindukan dirimu.
Lama sudah rindu kita tak menyatu.
Ingik sekali kudekap tubuhmu..

Pucuk-pucuk cinta.
Kini telah bersemi didalam jiwa.
Merasuk kedalam sukma.
Dengan hadirnya rasa cinta..

,

MEMORIES

How could this be
You're not here with me

You never said goodbye
Someone tell me why
Did you have to go

And leave my world so cold
Everyday I sit and ask myself

How did love slip away
Something whispers in my ear and says
That you are not alone

I am here with you
Though you're far away
I am here to stay

But you are not alone
I am here with you
Though we're far apart

You're always in my heart
But you are not alone

MAAFKAN ANAKMU IBU


Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
Dia telah menyusuimu, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.
Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.
Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
Engkau tinggalkan padahal dia tidak butuh pertolonganmu.
Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.

BONEKA PUNYA PANGLIMA BERKUDA

Boneka Milik Panglima Berkuda

ada boneka milik panglima berkuda
perut gendut mata bulat seperti roda
suka menyanyi berpuisi menarik rasa
setiap hari setia mengiring panglima sang paduka

masa dahulu panglima jaya sangat digdaya
gagah membela raja yang berkuasa
tak gentar menyerang dengan rudapaksa
biarpun panglima pernah ingin kudeta
dan bertapa ke negeri arabia
kini kian memaksa ikut lomba berkuda

panglima dan boneka bergerilya bersama
menyanyi menarik segenap jiwa
menawarkan asa berujung angkara
satu kawanan hijau telah terkena sepakan kuda
tercerai berai tak tentu rimbanya

panglima dan boneka menari bersama
berlenggang lenggok menawarkan jasa
tak perduli goresan sejarah nestapa
tak perduli berkawan dengan para kurawa
panglima dan boneka rindu berkuasa
bertopeng petani, pedagang atau nelayan
mereka bisa tertawa saat berkuda
tak takut dosa atau neraka.

VACATION tepian


Di tepian telaga nan sunyi
Tenang ku dapati air tak beriak
Juga tak bergelombang
Hanya terdengar gemercik mengalun
Bening seakan tawarkan kedamaian

Berjajar tak beraturan pohon pohon peneduh
Daun menguning jatuh di telaga nan teduh

Aku kian terdiam
Hanya seonggok hati masih terasa risau
Layaknya angin mendesak menuturkan 
Resah yang menjuntai di hamparan hati

Ku hempaskan dalam dalam nafas ku..
Ku tarik sebisa mungkin agar ringan beban yang mendera
Aku masih bisa kuasai diri..
Ketika bening tersenyum di telaga 
Ketika dinginnya hawa menusuk sendiku
Aku harus bertahan..!!!
Bisik nurani ku ...

Karena mentari tak mungkin ingkar janji..
Selalu hangatkan bumi..
Aku percaya itu..

Sekelumit memory tentang hati yang terkoyak
Kini bisa ku redam dan tak ada lagi tetes air mata.

KUPUMPULAN PUISI

Ketika Kau Bersedih

Resapi itu
Maknai itu
Selami itu
Rapuhkah dirimu?
Lemahkah dirimu?
Ringkihkah dirimu?
Sedihmu bukan akhirmu
Sedihmu bukan gagalmu
Sedihmu bukan bodohmu
Sedihmu, sekelumit cerita dari hatimu
Sedihmu, sepotong rasa dari hidupmu
Sedihmu, sebentuk galau dari kalutmu

Desir Gelombang Desember

Sayap-sayap hitam membentang
Puluhan waktu serentak berdentang
Arah pun berubah pandang
Gumpalan angan belomba pasang

Degup jantung bergemuruh
Bias kaca buram mengisi seluruh

Sayup-sayup bayu selirih berbisik
Segara, tak kunjung habis tuan kau usik

Tiada sesal engkau
Maafkan ruh kami
Lupakan lika-liku kami

Kau tuli
Tapi kau tak buta
Murka
Kau telan mentah dosa-dosa

Namun tak sepantasnya kau korbankan mereka
Ia yang tak pernah mengenal dosa
Namun aku berpegang hati
Garismu tak pernah salah mengisi
Dalam Haru

Rasa berlari mendatang
Bersua jiwa raga
Memecah membelah biru
Menaik nyilu menusuk kalbu

Jalan berlari mendatang
Bersua simpang menelusup
Gemuruh merenggut sisi hati
Menaik ngilu tersayat sembilu

Hampa berlari mendatang
Bersua labuh runtuh karam
Memecah membungkus pilu
Mengabut, sakit, kasih dalam haru



Ketika Kau Bersedih

Resapi itu
Maknai itu
Selami itu
Rapuhkah dirimu?
Lemahkah dirimu?
Ringkihkah dirimu?
Sedihmu bukan akhirmu
Sedihmu bukan gagalmu
Sedihmu bukan bodohmu

Sedihmu, sekelumit cerita dari hatimu
Sedihmu, sepotong rasa dari hidupmu
Sedihmu, sebentuk galau dari kalutmu


Perasaan Terbaik

Seteguk rindu menyeruak tanpa pandang bulu
Dahaga kasih di antara dentang waktu
Apakah rasa terbaik yang pernah kau miliki
Jika itu bukan menemukan ujung labirin ini


Desir Gelombang Desember

Sayap-sayap hitam membentang
Puluhan waktu serentak berdentang
Arah pun berubah pandang
Gumpalan angan belomba pasang

Degup jantung bergemuruh
Bias kaca buram mengisi seluruh

Sayup-sayup bayu selirih berbisik
Segara, tak kunjung habis tuan kau usik

Tiada sesal engkau
Maafkan ruh kami
Lupakan lika-liku kami

Kau tuli
Tapi kau tak buta
Murka
Kau telan mentah dosa-dosa

Namun tak sepantasnya kau korbankan mereka
Ia yang tak pernah mengenal dosa
Namun aku berpegang hati
Garismu tak pernah salah mengisi


Kanan Kiriku

Kiriku
Pohon-pohon itu menghijau
Meliuk haru bernafas lagu

Burung merendah tanpa gundah
Menghisap saripati bunga dari mahkota warna

Tapi lihat kananku
Tiada warna seindah itu
Hanya lalat binatang pengerat
Runtuh pula sekalipun karang

Inikah tempat penanda hidupku
Tiada terdengar sekalipun jerit seru

Cuma besi berdentum
Langit kian berkabung


Dalam Haru

Rasa berlari mendatang
Bersua jiwa raga
Memecah membelah biru
Menaik nyilu menusuk kalbu

Jalan berlari mendatang
Bersua simpang menelusup
Gemuruh merenggut sisi hati
Menaik ngilu tersayat sembilu

Hampa berlari mendatang
Bersua labuh runtuh karam
Memecah membungkus pilu
Mengabut, sakit, kasih dalam haru

Musim gugur


Gugur daun berjatuhan
Tiada lebah berdengung menghisap madu
Dingin menusuk tulang
Tak sedingin salju pertengahan musim gugur

Musim gugur berlalu
Tapi dingin membenalu
Tiada tubuh pantai berlalu
Membelenggu tiap sudut pijakku

Riang hatiku musim gugur berlalu
Salju menggunung di segitiga naungku
Bintang Jatuh

Aku jelmaan bintang jatuh
Jika bersedih aku tak berarti
Jika bahagia sekelilingku gembira

Aku tak bisa kembali ke langit
Disana aku bisa mati terhimpit

Aku jelmaan bintang kejora
Dengan api membara
Dapat kubakar penjuru dunia
Hingga tikuspun tak tersisa


Gangga

Gangga, airmu suci umat hindu
Meski ribuan bertaburan mewarnamu
Bahkan baumu tak sewangi dulu
Ketika tiada percaya itu

Gangga, kau tetap minuman umatmu
Meski kolera, desentri tercampur dalam darahmu

Tapi tak kau tulari mereka
Tak kau jangkiti mereka

Keruh airmu tak sekeruh hati hilirmu

Meski tak mampu dicerna nalar
Gangga tempat suci bagi umatmu

BIARLAH



Ada ceria disaat ku temukan bahagia
ada canda diwaktu ku temui duka
lara hati kan terobati
jika senyuman itu menyapa sepiku
dan mewarnai sunyinya jiwaku
Mengingat hati tak lagi sekuat besi
seakan berkarat..
lalu lebur terlupakan?
mengingat diri tak lagi berarti
seakan lumpuh tak mampu berdiri
Tuhan..
maafkan diri ini ..
yang tak mampu menghapus ingatan lalu..
ingin kubakar memory ini
dan kuhanyutkan abunya
biar hilang terbawa gelombang keresahan
kini..
biarkanlah aku menyendiri dalam sepiku
dan terlarut dalam perihku
dan biarkan waktu menerjang sakitku
biarkan terhapus dengan sendirinya
dari pada ku memaksa diri tuk melupakannya
lebih baik ku biarkan
seperti apa hidupku di masa yang kan datang???
aku tak tau...
aku hanya bisa berdoa
berharap dengan kemampuan yang ku punya
by ira rachmawaty septyaputry savindra.